WELCOME TO MY BLOG

Selamat datang di blog saya,
di blog ini teman-teman dapat menemukan berbagai hal tentang IT, Sepakbola ISL khususnya berita terkini tentang Persipura. Saya berharap teman-teman dapat menikmati blog ini. Terima Kasih. God Bless You.

Tentang Saya

Foto saya
seorang mahasiswa informatika di SWCU yang berharap akan jadi astronot kelak(gak nyambung..), yang sibuk dengan perkuliahan(gak juga sih:)..) dengan kejombloannya berharap dapat membuat semua mata tertuju padanya, hahahahahaaaa...
Tampilkan postingan dengan label persik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2009

>>>Perlu Stopper Lapis Dua

Keangkeran Stadion Brawijaya, Kediri, masih terjaga. Persik mengamankan keangkeran tersebut setelah mengandaskan Persipura Jayapura dengan skor 2-1 (1-0) dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009 tadi malam (9/3).


Saktiawan Sinaga kembali membuktikan kesaktiannya. Mantan striker PSMS Medan tersebut memborong dua gol kemenangan Persik masing-masing pada menit ke-19 dan 64. Sedangkan satu gol Persipura dilesakkkan Boas Salossa pada menit ke- 64.

Bagi Sakti, sapaan karib Saktiawan, itu adalah gol ketiganya dalam dua laga terakhir tim berjuluk Macan Putih tersebut. Sebelumnya, mantan tukang gedor timnas Indonesia tersebut juga menjadi penentu kemenangan Persik saat menjamu Persiwa Wamena.

Berkat raihan tiga angka atas Persipura, Persik mengalami lonjakan peringkat. Kini, Harianto dkk menghuni posisi ketujuh dengan 37 poin. Sementara, meski menelan kekalahan, Perspiura tetap kukuh di puncak klasemen sementara DISL dengan koleksi 46 angka.

“Lawan memang bermain bagus. Tapi, formasi yang kami terapkan ternyata mampu mengimbangi permainan mereka. Kami sengaja menempatkan dua gelandang bertahan untuk menghentikan tiga striker mereka,” terang Aji Santoso, pelatih Persik, setelah pertandingan.

Di sisi lain, kekalahan atas Macan Putih mengakhiri torehan positif Persipura di tiga laga terakhir. Sebelumnya, Eduard Ivakdalam dkk sukses menahan Persib Bandung serta menang atas Persela Lamongan dan Arema Malang.

Salah satu faktor kekalahan Persipura adalah absennya dua pilar di lini belakang, Bio Paulin serta Jack Komboy, karena akumulasi kartu. Absennya dua pemain tersebut membuat lini belakang Persipura keropos.

“Saya akui, kehilangan dua pemain tersebut memang sangat berpengaruh dalam pertandingan kali ini. Tapi, menurut saya, Persik memang bermain lebih bagus daripada Persipura,” ungkap asisten pelatih Persipura Mettu Duaramuri.


[+/-] Selengkapnya...

>>>Kekalahan Persipura dari Macan Putih

Persipura Jayapura, harus mengakui keunggulan Persik Kediri setelah dua gol dilesaikan Saktiawan Sinaga membawa 'Macan Putih' menang 2-1 atas 'Mutiara Hitam'.

Sejak wasit Aeng Suarlan memulai pertandingan, anak-anak Kediri langsung berusaha menguasai permainan. Pelatih Aji Santoso yang mengetahui startegi Persipura berhasil membongkar pertahanan Persipura yang dalam laga ini ditinggalkan Bio Pauline Piere dan Jack Komboy akibat terkena akumulasi kartu kuning.

Persik akhirnya unggul pada menit ke-19. Saktiawan Sinaga berhasil memanfaatkan bola muntah dengan tendangan ringan, setelah sebelumnya terjadi kemelut di depan gawang Jendri Pitoy.

Tertinggal satu gol, Persipura setidaknya menciptakan dua peluang emas kendati itu belum berhasil diubah jadi gol. Hingga berakhirnya babak pertama, keunggulan tetap menjadi milik tim tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Persipura yang dalam tiga pertandingan terakhirnya memperoleh hasil maksimal, meningkatkan daya serang. Namun serangan masih kandas di lini belakang Persik yang dikawal Hamka Hamzah dan Usep Munandar.

Persipura kemudian baru dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-63 melalui tandukan Boaz Salosa. Gol dia cetak usai memanfaatkan umpan dari Ian Louis Kabes.

Kondisi berimbang tidak bertahan lama. Enam menit berselang Saktiawan Sinaga kambali mencetak gol untuk Persik. Gol tersebut dicetak melalui sundulan kepalanya.

Dalam 20 menit terakhir pertandingan, Persik lebih fokus ke pertahanan. Kondisi ini dimanfaatkan Persipura dengan terus melakukan serangan, meski tak kunjung bisa bikin gol setelah hampir seluruh pemain Persik turun ke jantung pertahanan.

Kemenangan 2-1 untuk Persik kemudian menjadi hasil akhir pertandingan seiring dengan dibunyikannya peluit panjang.

Manajer Persik, Iwan Boedianto tampak tak menduga akan skor akhir 2-1 buat Persik. Dia yang sebelumnya pesimistis mampu mengalahkan Persipura, tampak tak bisa menahan rasa bahagia. Dia menyebut hasil itu sebagai berkah luar biasa bahkan merasa sudah jadi juara.

"Rasanya seperti juara bisa mengalahkan Persipura. Saya sendiri tidak percaya dengan hasil ini, dan saya akui ini semua terjadi karena kuasa dari Allah," ujar Iwan sambil tersenyum.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 06 Maret 2009

>>>Persiapan menghadapi Persik

Setelah lolos ke 8 besar copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) mutiara hitam Persipura langsung mengalihkan perhatiannya pada Persik Kediri. Ya, calon lawannya itu lebih diuntungkan karena punya tenaga yang lebih disbanding Persipura yang harus bertanding tiga kali dalam sepuluh hari terakhir.

Untuk itu asisten pelatih Persipura Mettu Duaramuri langsung bersiap-siap menghadapi macan putih-julukan Persik Kediri. Dikatakan Mettu, pertandingan yang digelar dalam tempo lima hari lagi membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itu Persipura akan “bertapa” dulu di Malang.

Mettu menambahkan, selama persiapan melawan Persik Kediri, persipura sudah dipastikan akan ditemani oleh pelatih kepala Jacksen F Tiago, pasalnya sesuai dengan rencana pelatih yang izin menengok anaknya yang sedang sakit di Brasil tersebut, akan kembali lagi memimpin latihan Jumat (6/3), besok.

‘Ya, sesuai dengan rencana Jumat (6/3) pak Jacksen sudah tiba di Malang, ia kini dalam perjalanan ke indonesia,”paparnya.

Bagaimana dengan perasaannya menjadi pelatih? Mettu mengatakan dia sempat juga grogi, apalagi ketika itu Persipura sempat teringgal 0-1 dari tuan rumah, beruntung gol Victor dapat memacu serangan ke pertahanan Persema.

“Memang sempat grogi, karena saya harus berpikir mengenai stratgi dan taktik apa yang digunakan, pemain mana yang harus diganti dan dipertahankan, apalagi kami sempat ketinggalan 0-1, namun setelah melihat tim bertanding, dan Victor mulai menyamakan skor, saya makin semangat, akhirnya perasaan grogi hilang, untung saja tim bisa menang,”tukasnya dengan gembira. (cak/cenderawasihpos)

[+/-] Selengkapnya...